Tema Bulanan

Semenjak awal Mei lalu, tanpa saya sadari saya menerapkan tema bulanan yang ingin saya tuliskan di blog ini. Di Bulan Mei, saya sudah menuliskan secara rutin selama tiga puluh satu hari hal-hal yang berkaitan dengan mindfulness.

Bulan selanjutnya saya mencoba memfokuskan diri untuk menulis perihal bernafaskan spirit puasa. Rencana awalnya saya ingin menulis rutin setiap hari mengenai puasa Ramadhan seperti tahun lalu. Namun rupanya kemalasan menulis bersenyawa dengan kesibukan kerja membuat saya tertatih-tatih untuk menulis.

Belum lagi ketika kemuakan untuk menulis menghinggapi alam semangat saya. Rasanya saat itu saya pingin hiatus menulis selama satu bulan.

Namun rupanya ketika perlahan-lahan saya mulai membaca buku, hasrat untuk mulai menulis hadir kembali.

Menjelang akhir Ramadhan saya mulai menikmati interaksi dengan Al-Qur’an. Membaca tartil teks bahasa Arab Al-Qur’an sembari membaca terjemahannya setelah itu. Ternyata ada keasyikan tersendiri ketika mendalami terjemahan Al-Qur’an. Betapa selama ini saya hanya membaca Al-Qur’an tanpa memahami arti di belakangnya.

Saya tahu untuk menyelami kedalaman kandungan Al-Qur’an tidak cukup hanya bermodalkan terjemahan bahasa Indonesia. Tapi sebagai gerbang pembuka kecintaan terhadap pesan-pesan suci ilahi, paling tidak saya harus mengerti arti dalam bahasa Indonesia dari teks bahasa Arab yang disuguhkan di dalam Al-Qur’an.

Ketika berinteraksi dengan Al-Qur’an itu saya perlahan-lahan menyesali waktu-waktu yang telah berlalu. Khususnya waktu yang ditelan tanpa sadar dan semena-mena oleh macam-macam media sosial.

Seiring dengan kesadaran akan media sosial ini, inginnya sih di bulan Juli ini saya mengetengahkan tema yang berkaitan dengan media sosial. Baru ada bayangan kasar apa saja yang hendak saya bahas berkaitan dengan media sosial di blog ini.

Memang pada beberapa tulisan yang telah lalu saya sesekali membahas tentang media sosial. Maka pada kesempatan kali ini, untuk tema bulanan saya mencoba mengetengahkan pengalaman selama menggunakan media sosial. Keuntungan dan kerugian yang dihasilkan oleh media sosial. Pandangan orang lain berkaitan dengan media sosial rasanya ingin saya ketengahkan dalam blog ini.

Mengingat distraksi yang dihadirkan oleh media sosial dalam kehidupan sehari-hari kita mulai terasa mengganggu. Tujuan pengambilan tema bulanan tentang fenomena media sosial ini bukan hendak memusuhi kehadiran media sosial. Namun lebih kepada self reminder agar lebih bijak dalam berinteraksi di media sosial.

Media sosial memang telah menjadi bagian dalam kehiduan kita. Rasanya agak mustahil jika harus benar-benar mencerabut media sosial dalam kehidupan. Selain itu media sosial tak melulu berdampak negatif, banyak orang yang memperoleh benefit secara materil maupun non meteril ketika berinteraksi dengan media sosial.

Media sosial bersifat netral, niat atau tujuan penggunanya lah yang menentukan arahnya. Masalahnya banyak orang menggunakan media sosial tanpa tujuan yang jelas, banyak yang hanya ikut-ikutan dan sekedar ingin eksis.

Selamat menikmati hujan di bulan Juli.

Salam.
DiPtra


Featured Images by Eric Rothermel on Unsplash
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s