Hi SJ-250..

SJ-250 dengan kode booking HNAUVQ. Penerbangan jam 7 pagi dari Jakarta menuju Malang.

Ditulis sambil nunggu waktu boarding. Masih 30 menit lagi. Kali ini ngambil bangku 32D. Nomor dua dari belakang.

Heleh kakehan gaya mau numpak pesawat ae pake update postingan segala. Lhoo yaa ben tho, ini kan semacam insta Story anak IG itu lho. Tapi dalam bentuk postingan WordPress. Tsaaaah.

Owh iyaa SJ itu kode penerbangan maskapai Sriwijaya. Kalo QG itu kodenya Citilink. JT itu untuk Lion Air. Nah kalo SQ itu Singapore Airlines. Kalo EEK itu yaa mending di toliet, bukan wastafel.

Pas nulis ini saya jadi keingetan kali pertama naik pesawat. Tahun 2004 dari Surabaya menuju Jambi. Dengan rute transit dulu di Soekarno Hatta, Jakarta.

Maskapainya kalo gak salah Batavia Air. Yhaa sekarang Batavia Air sudah pailit. Pengalaman pertama naik pesawat itu bikin deg-degan. Tapi masih kalah deg-degannya kalo dibandingin dengan malam pertama setelah ijab qobul, awuwuwuuw.

Lho iyaa ini kok udah dipanggil untuk masuk pesawat, padahal belum puas nulisnya heueue.

Yhaa wes saya tak masuk pesawat dulu. Saya enggak tega membuat mbak-mbak pramugarinya menunggu terlalu lama.

Sip, doakan selamat sampai tujuan dan nanti orang yang duduk di sebelah saya mirip dengan Sara Underwood, 👩‍🚀👩‍🚀


Oke update dikit karena udah sampe bandara Abdul Rachman Saleh, Malang. Jadi tadi pas udah masuk pesawat, ternyata antri untuk penggunaan landasan pacu.

Saya sampe ketiduran. Kebangun, kirain udah sampe di tempat tujuan. Hyaaaah ternyata malah belom take off. Mayan lama juga waktu antrenya. Hampir setengah jam.

Baru keinget kalo guncangan pesawat di bagian belakang tuh terasa banget. Pas take off dan landing terasa bangeeet goyangannya.

Tapi nih Alhamdulillah sampe di Malang selamat aman sentausa. Begitu sampe di Malang, saya disambut dengan tusukan hawa dingin di kulit. Nampaknya Malang mulai menunjukkan wajah aslinya sebagi kota yang dingin, hmmm enak buat kelonan niiih 😚😚.

Harapan saya sebelum naik pesawat tak terjadi. Sebelah saya di kursi 32E seorang pemuda tanggung tipikal anak gaul Jakarte, bukan cewek cantik macam Sara Underwood. Ketika melihat saya asyique membaca artikel offline di Medium, si anak gaul itu bertanya, “bro password wifi pesawatnya apa yaa? Lu pake airplane mode kok masih bisa browsing.”

Haeesss, maskapai Sriwijaya Air sekarang sudah melengkapi armadanya dengan fasilitas hiburan WiFi. Sriwijaya Air menggandeng Airfi untuk sarana hiburan penumpang selema di pesawat menggunakan smartphone masing-masing.

Tapi yaa gitu pas saya coba melihat menu hiburan yang disediakan, saya merasa lebih baik nonton film, ebook, artikel yang sudah saya download sebelumya. Meskipun begitu, usaha dari pihak Sriwijaya Air untuk memberikan fasilitas lebih kepada pelanggannya perlu diapresiasi.

Salam,

Pilot pesawat telepon

Advertisements

Hi, August..

Pagi tadi, sekonyong-konyong ada suara dalam kepala saya berbisik, “Bulan Agustus ini ente harus mulai nulis lagi…”

Ente sudah terlalu lama hiatus tanpa tulisan,” imbuhnya di sela-sela saya menyelesaikan pekerjaan kantor.

Iya juga ya, jika ditelusuri dalam kuantitas waktu, rasanya sudah hampir satu tahun saya berhenti menulis. Maksudnya rutin menulis di blog. Nah kategori rutin itu sendiri perlu didefinisikan lagi. Nanti lah lain kali kita definisikan term rutin itu aturan mainnya seperti apa.

Beberapa hal menjadi jelas ketika saya mulai menulis lagi di kali ini. Pertama, rasanya jemari ini kaku sekali untuk mulai mengetik dan menumpahkan isi pikiran.

Kedua, selama periode vakum menulis, ada saja sebenarnya opini, pemikiran, pendapat, kejadian, pengalaman dan sebagainya yang cukup menarik untuk diceritakan dalam bentuk tulisan. Namun, saya merasa pikiran kelu untuk menuliskan hal-hal itu.

Ketiga, otak atau pikiran serasa tumpul. Maksudnya begini, selama vakum menulis saya banyak menghabiskan waktu dengan membaca. Dari artikel receh sampai buku dengan genre yang lumayan berat. Nah, salah satu metode untuk menajamkan pikiran adalah dengan menuliskan lagi bangunan pemahaman dari berbagai hal yang menjadi input pikiran.

Keempat, mengikis sifat perfeksionis. Yuhuuu ini dia salah satu penhambat untuk menulis. Dulu sejak memiliki blog dengan domain sendiri, saya inginnya tulisan yang terbit di blog itu harus sempurna tanpa cela. Ternyata menggapai kesempurnaan adalah sebentuk kemustahilan.

Kelima, membekukan percikan ruh. Pendapat ini semacam terlalu filosofis. Namun, saya memiliki pendapat bahwa pancaran ruh dalam diri manusia itu berkorelasi terhadap waktu. Percikan-percikan ruh itu bisa diabadikan salah satunya dalam bentuk tulisan. Saya percaya ruh itu abadi karena berasal dari-Nya.


Oke lah yaa lima hal yang saya alami selama berhenti menulis rasanya cukup sebagai pemanasan kembali menulis di bulan Agustus ini. Anggap saja ini sebagai come back nya saya di dunia wordpress.

eheeum, Hi bulan Agustus tak usah malu-malu menyapa, kami akan menerima dirimu apa adanya.

Salam,

DiPtra.

Renungan Ba’da Shubuh

IMG_5673

Dari percakapan sebuah grup whatsapp, ada pesan singkat yang cukup menohok hati dan pikiran dari salah satu teman anggota grup. Renungan tentang kedekatan umat Islam terhadap Al-Qur’an. Renungan singkat yang dilakukan ba’da Shubuh. Pesan singkat dari teman tersebut seperti tulisan di bawah ini dengan redaksi yang sudah sedikit saya modifikasi.

Ada salah seorang jama’ah bertanya kepada seoarang ustadz mengenai kedekatan umat terdahulu terhadap Al-Qur’an. Kemudian ustadz tersebut menjawab bahwa kedekatan umat terdahulu terhadap Al-Qur’an seperti halnya kedekatan umat jaman sekarang dengan handphone.

Jedddueeng nasihat ini kontan saja menyentil kesadaran saya dan membuat malu semalu-malunya karena benar adanya. Interaksi saya terhadap Al-Qur’an kalah jauh jika dibandingkan interaksi saya terhadap handphone. Padahal ada aplikasi Al-Qur’an di handphone saya, namun saya lebih sering membuka Whatsapp atau aplikasi lainnya.

Benarlah nasihat yang dituliskan oleh Ibnu ‘Athaillah dalam kitab Latha’iful Minan, bahwa,

Dunia yang sedikit ini membuat kita lupa terhadap akhirat yang banyak.

Salam..
DiPtra

Metafora Cahaya

IMG_5670

Ketika membaca Al-Qur’an saya suka sekali ketika mendapati penggunaan metafora cahaya. Seperti metafora cahaya di atas cahaya. Tentu ada beragam tafsir mengenai metafora cahaya ini.

Metafora cahaya bisa bermakna ilmu, hidayah, pencerahan pikiran dan sebagainya. Lantas metafora cahaya di atas cahaya itu seperti apa kira-kira maknanya? Hmm entahlah, saya tidak memiliki kapasitas yang cukup untuk menafsirkannya.

Ilmu fisika modern menemukan bahwa cahaya memiliki sifat dualitas1. Teori Dualitas Partikel-Gelombang, di mana cahaya dianggap sebagai partikel sekaligus sebagai gelombang.

Lalu kembali kepada metafora cahaya di atas cahaya, jika cahaya tampak yang kita lihat memiliki sifat dualitas, maka bisa jadi cahaya di atas cahaya bukan termasuk dalam partikel ataupun gelombang. Cahaya yang melewati ruang-ruang dimensi materialisme. Pencerahan-pencerahan.

Salam..
DiPtra

Digonggong Anjing

IMG_5666

Terlepas dari kontroversi terhadap latihan mindfulness yang katanya ada keterkaitan dengan ajaran Zen, ada teman yang menanyakan apa manfaat yang saya rasakan ketika berlatih mindfulness.

Sebenarnya perihal manfaat berlatih mindfulness ini sudah saya sampaikan di tulisan sebelumnya. Namun ketika menjawab pertanyaan teman saya itu, saya memberikan jawaban yang berbeda dari apa yang pernah saya sampaikan sebelumnya.

Kepadanya saya memberikan jawaban bahwa sejak berlatih mindfulness, saya merasa lebih kalem, tidak gampang kaget. Contoh kasus yang saya alami adalah ketika digonggong oleh anjing.

Hari itu saya melewati sebuah rumah menggunakan motor, tiba-tiba ada gonggogan anjing lumayan nyaring dari balik pagar rumah itu. Dalam keadaan seperti itu, biasanya saya akan kaget lantas mengumpat. Namun kejadian hari itu lain cerita, ketika digonggong oleh anjing di balik pagar rumah itu, saya tetap selow saja naik motor sambil senyum-senyum.

Mungkin ceritanya akan menjadi lain jika anjing tersebut mengejar saya, pasti saya lari daripada digigit anjing galak hihii.

Salam..
DiPtra

Ramadhan Tiba

IMG_5671

Ketika tulisan ini dibuat, saya belum mengetahui kapan penetapan tanggal satu Ramadhan oleh pemerintah di tahun ini. Tulisan ini saya tuliskan mendekati bulan Ramadhan.

Teringat tahun lalu saya membuat tantangan untuk menulis setiap hari selama bulan Ramadhan. Sebuah tantangan yang cukup menarik dan menguras tenaga mengingat tahun lalu saya belum terbiasa ngeblog setiap hari.

Ramadhan tahun ini tantangan menulis blog setiap hari tidak saya lakukan. Mengingat sudah sedari pertengahan April lalu, saya melazimkan diri menulis di blog ini. Menjadi lebih rutin ketika saya membuat hashtag baru di awal bulan ini, yaitu hashtag mindfulnote. Hashtag mindfulnote saya tujukan sebagai catatan latihan mindfulness.

Memasuki bulan Ramadhan tahun ini, maka melalui tulisan ini saya menghaturkan maaf jika ada tulisan dalam blog ini maupun interaksi di kolom komentar yang kurang berkenan. Mohon dibukakan pintu maaf sebesar-besarnya. Semoga ibadah puasa Ramadhan tahun ini membukakan pintu-pintu berkah dalam keseharian kita. Amin.

Salam..
DiPtra

Menulis Tiga Puluh Hari

IMG_5668

Jika menengok kembali pada bulan April yang lalu, sejak tanggal dua belas, blog ini rutin saya isi setiap hari. Hal ini saya maksudkan untuk memasukkan aktivitas ngeblog sebagai salah satu prioritas yang seharusnya saya lakukan. Alasan saya sederhana, yaitu untuk melatih skill menulis saya.

Melatih diri untuk bisa menuai hikmah dari setiap kejadian dan peristiwa. Selain itu dengan memaksakan diri menulis, khususnya hal-hal positif setiap hari, maka secara tidak langsung memacu saya untuk selalu berpikiran positif.

Dalam buku Quantum Writing karya Hernowo, aktivitas menulis merupakan salah satu bentuk terapi jiwa. Dengan menulis insyaa Allah jiwa akan menjadi lebih sehat. Wallahu’alam.

Salam..
DiPtra

Tenebris

Di balik kenyamanan-kenyamanan fasilitas yang kita rasakan saat ini, terdapat pihak-pihak yang menukarkan waktu dan tenaganya untuk menjaga keberlangsungan dari fasilitas yang kita gunakan. Pernyataan ini saya dapati ketika melihat pekerja yang sedang membangun jalan layang di seputaran Bandara Soekarno – Hatta.

Di balik kelancaran kendaraan yang berlalu lalang di jalan layang, ada para pekerja yang menggunakan waktu dan tenaganya untuk membangun jalan. Di balik pekerja-pekerja yang membangun jalan layang itu, terdapat orang-orang yang merekayasa dan merencanakan pembangunannya. Mereka juga menghabiskan waktu dan tenaganya untuk merencanakan dan merekayasa pembangunan jalan layang.

Pada bidang yang saya geluti juga sama. Bidang transmisi energi listrik dari pembangkit hingga bisa sampai ke rumah kita. Karena berkecimpung dalam dunia ini, saya juga mengenal “orang-orang gila” yang mengorbankan waktu dan tenaganya. Bahkan rela mengorbankan perasaannya karena berjauhan dengan keluarga.

Hampir semua fasilitas yang kita nikmati di segala bidang terdapat manusia-manusia yang bekerja siang dan malam demi kelancaran layanan. Mulai dari bidang kesehatan, telekomunikasi, pusat perbelanjaan, dan sebagainya. Mendapati kenyataan ini, membuat hati lebih bersyukur karena tidak perlu memusingkan hal-hal mendetail tentang hal-hal itu.

Malu rasanya jika fasilitas-fasilitas itu mengalami gangguan kemudian serta merta sumpah serapah terlontar dari mulut kita. Secara tidak langsung sumpah serapah itu terlontar juga kepada manusia-manusia yang bekerja di balik layar atas fasilitas-fasilitas yang kita nikmati. Manusia-manusia yang bekerja di balik kegelapan untuk mempersembahkan cahaya kenyamanan kepada masyarakat.

We work in the dark to serve the light.
– Assassin’s Creed

Hingga sore hari ini saya belum latihan mindfulness. Sedari pagi jadwal sudah cukup padat guna mengejar penerbangan pagi dari Malang menuju Jakarta. Alhasil saya lupa berlatih mindfulness walaupun tadi ada cukup waktu terluang. Tapi yaa enggak apa-apa sesekali terlupa latihan mindfulness. Mungkin nanti sebelum tidur saya luangkan waktu beberapa menit untuk me-review apa-apa yang terjadi hari ini.

Salam..
DiPtra

Mortuus Finem

Mortuus finem dalam bahasa Latin berarti jalan buntu. Begitulah, seharian ini saya asik menemani Raffii bermain. Menyuapinya makan siang. Memandikannya sejam yang lalu. Sekarang dia sudah terkapar di atas kasur diserang pasukan lelap. Keadaan ini membuat saya malas menulis, menikmati momen-momen bersama anak hihi.

Merasa buntu untuk menyampaikan bulir-bulir pemikiran kedalam blog. Mumpung cuti pikir saya. Tapi karena sudah membuat komitmen untuk menulis hasil latihan mindfulness, maka tulisan ini hadir dalam tempo menulis yang sesingkat-singkatnya.

Selama latihan dua belas menit tadi, saya kepikiran apa saja penyebab kebuntuan ide untuk menulis.

Paling tidak ada tiga sebab yang tadi sempat kepikiran. Sebab pertama adalah kosongnya teko. Pikiran ibarat teko. Jika tak ada lagi air yang bisa dikeluarkan dari dalamnya, berarti dia perlu diisi lagi.

Maka untuk menggugah ide tulisan, cara yang bisa ditempuh adalah membaca tulisan di berbagai media. Entah buku, artikel blog, portal berita, running text di televisi, sampai koran bungkus kacang rebus. Isi teko pikiran yang mulai mengering.

Penyebab kedua adalah rasa takut. Perfeksionis dalam tulisan. Ingin tulisan yang disajikan selalu sempurna. Rasa ini juga kerap menghampiri semangat saya untuk menulis.

Atau takut ide-ide yang akan disampaikan menyinggung dan menghadirkan kontroversi. Untuk mengatasi hal ini perlu latihan cu3k (mau protes yaa kenapa huruf e-nya saya ganti menjadi angka 3..? Hanya menyiratkan sisa-sisa kealayan masa lalu 😂).

Sebab terakhir adalah terlalu larut dengan kejadian yang menimpa sehari-hari. Ketika terlalu larut dengan apa yang sedang terjadi, sering kali membuat kita lepas kesabaran dan emosi.

Jika menahan kesabaran dan emosi saja tak bisa, apalagi jika harus mengambil pelajaran dari kejadian sehari-hari. Besar kemungkinan tak akan terpikirkan.

Nah, pada penyebab ketiga inilah berlatih mindfulness dapat melatih otot kesabaran dan kesehatan pikiran kita.

Mungkin sekian dulu curhat receh hari ini. Moga bermanfaat. Sebagai penutup, aplikasi Still yang saya gunakan sebagai timer latihan mindfulness, selalu memberikan kata-kata inspirasi setiap selesai sesi latihan. Kali ini aplikasi Still menyampaikan kata-kata inspirasi dari Eckhart Tolle.


Salam..
DiPtra

Satu Bulan Latihan Mindfulness

Kalau melihat catatan latihan mindfulness di aplikasi, sudah satu bulan saya berlatih. Apakah ada manfaat yang saya rasakan selama berlatih satu bulan ini..? 

Paling tidak ada dua manfaat yang saya rasakan selama rutin berlatih mindfulness. Pertama, mereduksi insomnia yang kerap saya alami. Dengan memperhatikan aliran nafas, tubuh dan pikiran menjadi lebih rileks.

History aplikasi Still untuk berlatih Mindfulness

Keadaan rileks ini pada akhirnya membantu untuk mempercepat terlelap. Juga membantu agar pikiran tidak terbang kesana dan kemari.

Manfaat kedua yang saya rasakan adalah menjadi lebih bisa menikmati momen saat ini di mana pun saya berada. Walau tak selalu bisa menikmati momen saat ini, paling tidak saya lebih menikamti proses being present.

Dengan being present, angin berhembus yang menyapa kulit terasa lebih nikmat. Kicauan burung  di atas dahan-dahan pohon terdengar lebih merdu.

Perjalanan berlatih mindfulness masih panjang. Belum waktunya berpuas diri.

Salam..
DiPtra